KETAJAMAN HUKUM SAAT INI !
TASIK -
Sejumlah tukang becak di sepanjang Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya
ditertibkan, kemarin (14/1). Mereka diminta tidak lagi mangkal di pinggir jalan
utama, tetapi di perempatan. Abang-abang becak ini juga tidak boleh mengambil
penumpang dengan cara melawan arus. Mereka harus menunggu di tempat mangkal
yang ditentukan petugas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
(Dishubkominfo) Kota Tasikmalaya. “Saat ini kita sosialisasi sekaligus penertiban. Apabila kedapatan
ada yang bodong, melanggar lalu lintas seperti melawan arus apa boleh buat,
langsung kita tilang,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo Ahmad
Suparman saat penertiban sekaligus sosialisasi ketertiban becak di Jalan HZ
Mustofa, kemarin (14/1). Saat ini terdaftar 5000 becak se-Kota Tasikmalaya yang memiliki
surat menyurat lengkap. Meski sebagian ada yang habis izin dan harus
diperpanjang setiap tahun. Mereka yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat
seperti STNK dan plat nomor dari Dishubkominfo akan diangkut jika kedapatan
masih melanggar. Karena itu Dishub juga akan segera berkoordinasi dengan Satpol PP
untuk penertiban selanjutnya.“Ini memang ada beberapa becak juga yang bodong.
Yang biasa melanggar ini yang bodong, mereka orang-orang luar. Karena kalau
yang orang Tasik mah biasanya mereka patuh,” katanya. Selain tukang
becak, dia juga meminta warga yang hendak menggunakan transportasi roda tiga
itu juga memahami aturan. Tidak naik becak dari jalan yang sekiranya melawan
arus. Tetapi mendatangi langsung tempat-tempat mangkal becak yang terdapat
disejumlah perempatan. “Juga kadang kan masyarakat yang keluar dari toko ingin langsung
naik. Jadi becaknya kesana melawan arus. Kalau bisa ya langsung datang ke
pangkalannya. Biar tukang becak juga tidak melanggar lalulintas,” tuturnya.Lalu
Lintas becak di Kota Tasikmalaya diatur Peraturan Wali Kota Nomor 13 tahun 2005
bahwa becak hanya boleh mangkal di perempatan. Becak juga tidak boleh di
modifikasi termasuk menggunakan mesin. “Karena rancang bangun mereka adalah
becak. Tidak boleh di modifikasi. Kalaupun ada yang pake mesin sepeda motor.
Kita koordinasi dengan Polantas agar ditindak,” jelas Ahmad. Salah seorang penarik becak yang hampir terkena tilang adalah
Maman (45). Pria ini tidak memasang plat nomor pada becaknya. Padahal semua
surat-surat termasuk plat nomor dia miliki. Ketika hendak ditilang barulah
Maman mengeluarkan semua kelengkapan becaknya dari bawah jok becaknya. “Ada
surat-surat mah lengkap,” katanya. Ditanya mengenai aturan larangan becak beroperasi di ruas Jalan
KHZ Mustofa, Maman mengaku sudah mengetahuinya sejak lama. Namun aturan itu
tidak berlaku seutuhnya, karena sebagian tukang becak banyak yang tetap mangkal
dipinggir-pinggir toko. “Tahu saya juga di sini tidak boleh ada
becak. Tapi tadinya yang lain juga saya lihat nongkrong di sini makanya saya
ikut-ikutan,” kata (pee)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar